Pembagian Waris Kalalah Dalam Al-Qur‟An Dan Penafsirannya

Isnina Nina

Abstract


Artikel ini menganalisis makna walad atau “anak” dalam kewarisan karena walad menempati dua posisi yang pasti yaitu sebagai orang yang berhak menerima harta warisan dan orang yang mempengaruhi hak orang lain dalam pembagian harta warisan. Para mufassir berbeda pendapat tentang makna walad dalam kewarisan kalâlah. Walad dalam kewarisan kalâlah berpengaruh terhadap kewarisan saudara. Kalalah adalah seorang yang meninggal dan tidak memiliki orang tua serta anak (walad). Awalnya para ulama sepakat istilah walad diperuntukkan bagi anak laki-laki dan anak perempuan, karena lafaz walad berasal dari wilâdah yang pengertiannya mencakup anak laki-laki dan anak perempuan. Namun saat dihadapkan pada kewarisan kalalah maka kata walad hanya diperuntukkan bagi anak laki-laki saja. Penggunaan kata walad untuk anak laki-laki sudah menjadi „urf di kalangan orang Arab sehingga kalau dikatakan walad maka maksudnya adalah anak laki-laki. Tulisan ini menguraikan makna walad secara kritis, komprehensif dan seimbang. Dengan menggunakan metode Library Research, Penulis menyimpulkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang pengertian walad, saat dihadapkan dengan surat an-Nisâ‟[4]: ayat 176. Perbedaan pendapat ini sangat mempengaruhi status saudara dalam kewarisan kalâlah. Kata kunci: waris, kalâlah, walad

Full Text:

PDF

References


Amir Syarifuddin, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Prenada Media Group, 2012.

Fatchur Rahman, Ilmu Waris, Bandung: PT Al-Ma‟arif, 1987.

M. Nasib ar-Rifa‟I, Tafsir Ibnu Katsir Jilid I, penerjemah: Syihabuddin, Gema Insai.

M. Quraish Syihab, Tafsir al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur‟an, Jilid 2.

Sahabuddin, dkk, ed. Ensiklopedia al-Qur‟an: Kajian Kosakata, Jakarta; Lentera Hati, cet. I,

Syaikh Asy-Syanqithi; penerjemah Fathurazi, Tafsir Adhhwaul Bayan (Tafsir Al-qur‟an

dengan Al-qur‟an), Pustaka Azzam Jakarta Selatan, 2006.

Syekh Muhammad Mutawalli Sya‟rawi, Tafsir Asy-Sya‟rawi tim penerjemah Safir al-Azhar,

Duta al-Azhar, PT Ikrar Mandiri Abadi, Jakarta.

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2, Abdullah bin Muhammad bin‟Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh,

Pustaka Imam Asy-Syafi‟I: 2012.

Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Munir fi al-Aqidah wa asy-Syari‟ah wa al-Manhaj, Dimasyq: Dar

al-Fikri, cet. I, Jilid IV. 1998.

http://www.quranexplorer.com/quran/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.